Pada suatu hari mata Junaid sakit, lantas pergi ke dokter, lantas dibilang: Bila kamu (Junaid) ingin matamu sembuh, maka janganlah sampai tersentuh dengan air. Namun rupanya Junaid kurang menerima terhadap nasehat dokter itu, setelah pak dokter pergi, junaid pun segera berwudu, lalu salat dan tidur, ternyata kedua matanya malah sembuh, lalu terdengarlah suara hati yang berkata: Junaid telah mengorbankan mata untuk memperoleh keridhaanKu. Seandainya orang-orang yang durhaka minta padaku dengan sungguh-sungguh sebagaimana kesemangatan
Junaid, maka Aku akan mengabulkannya.
Ketika sang dokter datang, dan melihat kedua mata Junaid dalam keadaan sembuh, lalu bertanya: ”Apa yang kamu lakukan untuk matamu?” Junaid tak segan-segan menjawab: ”Aku berwudu, lantas salat”.
Ketepatan pada waktu itu, dokternya seorang Nasrani, lalu beriman seketika dan berkata: ”Ini adalah pengobatan yang langsung dari Allah, bukan dengan tata cara medis”.
Lalu Junaid berkata: Aku sedang sakit mata dan Engkaulah sebagai dokternya. (Allah).
Kisah Kisah Islami
Kumpulan kisah kisah Islam yang di ambil dari berbagai sumber cerita dan buku buku terpilih yang memberikan motivasi
Thursday, July 5, 2018
Tuesday, June 26, 2018
Kisah Islami Hewan buas yang tunduk kepada perintah Alloh (kisah Sahal bin Abdillah)
Al Yafi'i bercerita dari Sahal bin Abdillah berkata: Permulaan keajaiban yang kulihat yaitu sewaktu aku ke tempat yang sunyi senyap, lantas aku pun ingin menetap di situ. Akupun merasa tenang hati dan enak digunakan zikir kepada Allah. Akhirnya tibalah waktu salat, akupun ingin mengambil air wudu, sekalipun aku sudah berwudu. Sebab
aku mempunyai kebiasaan sejak kecil untuk mengambil air wudu bila menjalankan salat fardu.
Ternyata di sekelilingku tidak terdapat air, jadi aku bersedih hati, sebab kebiasaan sejak kecil rupanya sulit ditinggalkan dengan begitu saja. Di saat hatiku masih
risau, tiba-tiba ada beruang datang, berjalan di atas kedua kakinya, seolah-olah manusia yang membawa tempat air hijau.
Ketika aku melihat beruang itu dari kejauhan, ku kira ada manusia yang akan datang, sehingga dia mendekat padaku dan mengucapkan salam, lalu meletakkan tempat air di hadapanku. Akhirnya terlintaslah dalam pikiranku suatu pertanyaan, dari mana tempat air dan air di dalamnya. Lantas beruang itu menjawab: ”Wahai Sahal sesungguhnya kami ini binatang buas, kamu telah menggunakan waktu dan tenaga kamu untuk beribadah pada Allah dengan penuh kecintaan, dan kita pun tidak segan-segan bertawakkal. Ketika kami sedang berbincang-bincang dengan teman kami untuk memecahkan suatu masalah, tahu-tahu ada suara: ”Ingat sesungguhnya Sahal sedang membutuhkan air untuk memperbarui wudu, lalu aku meletakkan tempat air ini dengan tanganku ke tanah, lalu aku menengok ke samping, tahu-tahu ada dua malaikat yang mengiringiku, lalu aku mendekat pada mereka, lalu mereka menumpahkan air dari atas, tak pelak bila aku juga mendengarkan suara air yang berjatuhan ke tempat” airku ini.
Sahal berkata: ”Akhirnya aku pun tertelungkup tidak sadar, setelah aku sembuh, tahu-tahu tempat air tadi sudah di letakkan di hadapanku. Sungguh aku gelisah, dimana beruang tadi, entah kemana dia pergi. Akupun tidak mengetahuinya. Kini aku sedih sebab aku tadi tidak berbicara padanya sewaktu dia pergi menghilang.
Ketika aku selesai berwudu, akupun ingin meminumnya, lantas ada Suara dari balik lembah: ”Wahai Sahal kamu belum diperbolehkan untuk meminum air ini”. Akhirnya tempat itu berputar-putar dengan sendirinya, aku melihatnya pergi namun aku tidak mengerti sampai dimana dia?
Sumber: terjemah kitab irsadul'ibad
Image ;https://today.line.me/id
Saturday, June 23, 2018
Kisah Islami Penguasa Yang Jahat
Syekh Abdullah Al Yafi'i (Almarhum) pernah menulis cerita dalam kitabnya Raudhur rayaahin bahwasanya pada waktu dahulu ada seorang raja yang binal, banyak melakukan perbuatan durja.Lantas kaum muslimin menyerangnya dan dapat ditangkap sebagai tawanan perang. Lalu mereka berkata: Dengan cara bagaimana kita membunuhnya, lalu mereka bersepakat meletakkannya ke dalam bejana besar untuk memanaskan air. Lalu dibakarnya dari bawah bejana itu. Dengan cara ini mereka tidak membunuhnya tapi siksaan ini lebih bisa dirasakan terus menerus.
Akhirnya mereka melakukan apa yang telah disepakati di dalam perkumpulan, lantas si raja yang tertawan itu memanggil tuhantuhannya satu persatu, rupanya tuhan-tuhan itu tetap membisu, tuli
__
tidak mendengarkan ucapannya. Dia berkata wahai fulan sesungguhnya aku menyembahmu agar kamu menyelamatkan aku dari bencana yang menimpaku. Rupanya setelah harapannya kepada tuhan-tuhan sudah putus, lalu dia mengangkat kepalanya ke langit dan membaca Laa Ilaha Illallah serta berdoa dengan hati yang ikhlas. Lalu doanya mendapat tanggapan dari Allah dan hujanpun turun seketika sehingga bisa memadamkan api itu.
Kemudian ada angin kencang yang datang dari arah yang tidak diketahui, lalu bisa membawa bejana itu ke atas berputar-putar antara langit dan bumi. Raja tadi tetap membaca Laa Ilaha Illallah. Lalu dilemparkan ke daerah dimana penduduknya tidak menyembah kepada Allah. Akhirnya mereka mengeluarkannya dari bejana itu dan berkata: Ada apa kamu? Lalu dia berkata: Aku ini raja bani fulan, aku pernah mengalami peristiwa yang amat pedih. Lalu diceritakanlah apa yang dialaminya, akhirnya penduduk daerah itu beriman seluruhnya.
Sumber : ''terjemah kitab Irshadul Ibad''
Image : https://www.pinterest.com
Wednesday, June 20, 2018
Kisah islami pemuda yang membaca laa illaha illalloh 70 kali
![]() |
| Add caption |
Ada seorang pemuda yang ketepatan menginap di rumahku. Ada orang bilang pemuda itu bisa melihat surga dan neraka dengan kasyaf. Tapi tidak seterusnya, namun pada suatu saat belaka. Orang-orang juga mengakui atas kelebihan pemuda itu sekalipun usianya masih pendek. Ada sesuatu yang perlu kubuktikan kepada pemuda itu.
Pada suatu hari ada sebagian teman mengundang kami agar pergi ke rumahnya, kitapun bertemu dengan pemuda itu lagi. Lalu kita sama-sama memakan hidangan, dan meminumnya. Tiba-tiba pemuda itu menjerit dengan suara yang keras. Dia berkata: Wahai 'pamanku ini ibuku sedang
berada di neraka. Lalu pemuda itu menjerit dengan suara yang keras lagi, orang-orang yang mendengarkan bahwa di balik jeritannya itu ada sesuatu yang mengejutkan. Aku berkata: Pada hari aku ingin mencoba atas kebenaran anggapan pemuda itu. Lalu Allah menurunkan ilham padaku agar aku membaca Laa Ilaha Illallah tujuh puluh ribu kali sebagai tebusan untuk ibunya pemuda ini, tidak ada seorangpun yang mengetahui bahwa aku diberi ilham seperti itu.
Aku berkata: Atsar atau hadis tersebut jelas benar, perawi-perawinya juga orang-orang yang bersungguh-sungguh, tidak bohong. Aku berkata: Ya Allah sesungguhnya bacaan Laa Ilaha Illallah sebanyak tujuh puluh ribu itu sebagai tebusan ibu pemuda ini. Kata hati itu masih belum berhenti, pemuda itu berkata: Wahai pamanku ini ibuku dikeluarkan dari api neraka dan alhamdulillah.
Sumber : kitab (terjemah irsyadul Ibad)
Sunday, June 3, 2018
Kisah islami Nasrani Masuk Islam Karna Masuk Alam Jin
Nasrani Masuk ISLAM
Imam syafi’I (Muhammad bin Idris) pernah bercerita : aku
pernah melihat di mekah seorang yang dahulunya beragama Nasrani boleh di bilang
dia sudah mempunyai gelar uskup.Pada kali ini dia sedang menjalankan tawaf. Aku
berkata kepadanya: Apa yang membikinmu enggan kepada agama nenek moyangmu. Lalu
dia berkata: Aku menggantinya dengan agama yang lebih baik. Aku (imam safi’i)
berkata: Bagai mana kisahnya sampai demikian? Lalu dia bercerita kepadaku: Pada
suatu hari aku pergi dengan kapal laut, Ketika sampai pada pertengahannya, Tiba
– tiba karna satu dan lain sebab, kapal itu terbelah, ahirnya aku berupaya untuk mencari
keselamatan, aku bersandar dengan sepotong papan.
Kulihat glombang
laut bergumpalan, laksana gunung-gunung yang tampak dari kejauhan, aku hanya
mengikuti arusnya. Ahirnya akupun terpental ke tepi laut. Lantas aku berjalan
jalan di pulau itu, di sana banyak pohon yang berdaun rindang, buahnya lebih
manis dari pada madu, lebih empuk daripada keju. Disana juga ada sungai yang
mengalir dengan indahnya, airnya tawar. Aku berkata: Alhamdullilah, aku bisa
makan buah-buahan ini, aku juga bisa minum dari air sungai ini, sehingga aku
bisa memperoleh jalan petunjuk dan musibahku di pudarkan oleh alloh.
Pada kala itu,yang
paling menyusahkan, di kala matahari mulai terbenam, kegelapan telah
menyelimuti alam. Aku takut nanti bila ada binatang buas datang dan memakan
tubuhku. Aku ingin perlindungan,lalu aku”memanjat pohon yang ada di sampingku,
aku duduk di atas tangkai-nya, akupun tertidur setelah tubuhku kuikat dengan tali,
hingga pada suatu saat tubuhku tida sampai terjatuh.
Namun di saat
pertengahan malam telah tiba, tak kuduga, akupun melihat binatang yang berenang
di air, membaca tasbih, lidahnya pasih. Membaca lailaha illahal
Ghoffar,muhammadun rasululloh Annabiyyul muhtar
((لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ الْغَفَّارُ
مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ النَّبِىُّ الْمُخْتَارِ
Artinya; Tidak ada tuhan selain
allah yang maha pengampun, dan muhammad adalah rasullah sebagai nabi yang
terpilih.
Ketika binatang itu mendekat ke
pantai,tiba-tiba lain dari binatang –binatang biasanya,berkepala burung kasuari
bertampan manusia, berkaki unta dan
ekornya seperti ikan. Akupun takut kebinasaan diriku, aku turun dari pohon dan
lari. Lalu dia memandangku dan berkata; Berhentilah, Bila kamu tetap lari kamu
akan binasa. Akupun berhenti, lalu berkata: Apakah agamamu? Aku
berkata,keristen. Lalu dia berkata lagi: Celaka kamu wahai orang yang merugi,
kembalilah kepada agama yang lurus. Sesungguhnya kamu sekarang berada di daerah
jin yang muslim,tida akan selamat kecuali agama yang musim. Aku berkata: Bagai
mana caranya memeluk islam? Dia berkata: Bacalah Asyhadu anlailaha illallah wa
anna muhammadan rasul-ulloh. Lalu aku membacanya.
Kemudian
binatang itu berkata: Kamu berkehendak tinggal di tempat ini atau kembali pada
keluargamu? Lalu aku menjawab: Aku kembali kepada keluargaku. Kemudia dia
berkata: Berdiamlah di tempatmu, sebentar lagi ada kapal yang lewat di mukamu,
akupun berdiam dan binatang itu turun lagi ke lautan, hingga pergi menghilang
di pandanganku.
Sumber kitab: 'irsyhadul 'Ibad
Friday, May 25, 2018
Kisah islami 3 Warga Non-Muslim yang Ikut Berpuasa
Jatuh Cinta pada Islam
Seorang ekspatriat dari Jerman bernama Sonja Neuber yang kini berdomisili di negara Uni Emirat Arab merupakan salah satu dari kalangan non-Muslim di wilayah mayoritas Islam yang memutuskan untuk mencoba berpuasa.
Wanita yang diketahui bekerja untuk sebuah perusahaan pemasaran berbasis online di negara tersebut menjelaskan alasan di balik keputusannya mencoba berpuasa. Ia mengatakan, dirinya jatuh cinta pada budaya Arab dan agama Islam.
"Saya pertama kali membuat keputusan tersebut pada bulan Ramadan setahun yang lalu. Sejak itu, saya perlahan-lahan melatih diri saya dengan berpuasa setiap hari Senin dan Kamis. Pada saat itu saya mencoba menahan segala bentuk hawa nafsu walaupun banyak cobaan di sekitar saya, termasuk mereka yang tengah menikmati santapan makan siang," katanya.
Tidak hanya mencoba berpuasa saja, Sonja juga mulai membiasakan dirinya dengan tradisi sahur sebelum adzan subuh dikumandangkan. Selain itu, ia juga menjelaskan betapa pentingnya untuk seseorang menggunakan energi yang tersisa dalam tubuh mereka masing-masing untuk hal yang positif.
"Kita harus selalu memperhatikan perilaku sekaligus lebih berhati-hati saat melontarkan apapun dari mulut kita," tuturnya.
"Dengan banyak berlatih, berpuasa saat Ramadan jadi lebih mudah untuk dijalankan. Bagi saya, berpuasa bukan hanya sekedar melalui hari tanpa makan dan minum berjam-jam saja. Berpuasa telah memberikan saya kesempatan untuk lebih fokus terhadap elemen spiritual dalam jiwa dan pikiran saya," lanjutnya.
Seorang ekspatriat dari Jerman bernama Sonja Neuber yang kini berdomisili di negara Uni Emirat Arab merupakan salah satu dari kalangan non-Muslim di wilayah mayoritas Islam yang memutuskan untuk mencoba berpuasa.
Wanita yang diketahui bekerja untuk sebuah perusahaan pemasaran berbasis online di negara tersebut menjelaskan alasan di balik keputusannya mencoba berpuasa. Ia mengatakan, dirinya jatuh cinta pada budaya Arab dan agama Islam.
"Saya pertama kali membuat keputusan tersebut pada bulan Ramadan setahun yang lalu. Sejak itu, saya perlahan-lahan melatih diri saya dengan berpuasa setiap hari Senin dan Kamis. Pada saat itu saya mencoba menahan segala bentuk hawa nafsu walaupun banyak cobaan di sekitar saya, termasuk mereka yang tengah menikmati santapan makan siang," katanya.
Tidak hanya mencoba berpuasa saja, Sonja juga mulai membiasakan dirinya dengan tradisi sahur sebelum adzan subuh dikumandangkan. Selain itu, ia juga menjelaskan betapa pentingnya untuk seseorang menggunakan energi yang tersisa dalam tubuh mereka masing-masing untuk hal yang positif.
"Kita harus selalu memperhatikan perilaku sekaligus lebih berhati-hati saat melontarkan apapun dari mulut kita," tuturnya.
"Dengan banyak berlatih, berpuasa saat Ramadan jadi lebih mudah untuk dijalankan. Bagi saya, berpuasa bukan hanya sekedar melalui hari tanpa makan dan minum berjam-jam saja. Berpuasa telah memberikan saya kesempatan untuk lebih fokus terhadap elemen spiritual dalam jiwa dan pikiran saya," lanjutnya.
1 dari 2 halaman
Suasana Mendukung
Solidaritas
Untuk seorang mahasiswa berkebangsaan Inggris yang tinggal di Dubai bernama Dale, keputusannya turut berpuasa bersama dengan umat Islam lainnya itu dilandasi dengan kesadaran dirinya sendirinya akan kesempatan yang sangat mulia di bulan suci Ramadan.
"Saya menilai sikap di mana seseorang rela menahan hawa nafsu lapar dan haus sangat mulia. Dengan begitu, seseorang akan jauh lebih menghargai dan mensyukuri apapun yang didapatnya selama ini," ungkap Dale.
Dale kemudian mengaku bahwa berpuasa saat musim panas di Dubai merupakan sebuah tantangan yang tak bisa dikeluhkan. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat Dale berhenti mencoba berpuasa. Ia merasa dirinya sudah dibuat jatuh hati oleh tradisi kebersamaan dan keharmonisan yang dirasakan saat bulan suci Ramadan.
Lingkungan Suportif
Drew, seorang insinyur asal Amerika Serikat yang kini tinggal di Abu Dhabi juga punya kisahnya tersendiri terkait pengalaman mencoba berpuasa di bulan Ramadan.
Ia menceritakan dirinya memutuskan untuk berpuasa di bulan suci Ramadan tahun lalu, namun hanya bertahan dalam waktu singkat saja lantaran kerap kali sakit kepala.
"Saya mampu melalui minggu pertama. Namun di minggu kedua, kepala saya mulai pening dan saya merasa lemah," katanya.
Ia pun akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menjadikan berpuasa sekedar pengalaman saja. Keputusan ini bukanlah tanpa alasan. Suatu kali dirinya pingsan dan semenjak itu, ia mulai mengkonsumsi makanan teratur sesuai jadwal.
Meski tidak bisa sepenuhnya melakukan ibadah puasa seperti yang diinginkannya, Drew mengaku pengalaman berpuasa takkan pernah luput dari ingatannya dan teman-teman Muslimnya selalu mendukung Drew untuk selalu berusaha agar bisa berpuasa dan menahan segala bentuk hawa nafsu.
Untuk seorang mahasiswa berkebangsaan Inggris yang tinggal di Dubai bernama Dale, keputusannya turut berpuasa bersama dengan umat Islam lainnya itu dilandasi dengan kesadaran dirinya sendirinya akan kesempatan yang sangat mulia di bulan suci Ramadan.
"Saya menilai sikap di mana seseorang rela menahan hawa nafsu lapar dan haus sangat mulia. Dengan begitu, seseorang akan jauh lebih menghargai dan mensyukuri apapun yang didapatnya selama ini," ungkap Dale.
Dale kemudian mengaku bahwa berpuasa saat musim panas di Dubai merupakan sebuah tantangan yang tak bisa dikeluhkan. Akan tetapi, hal tersebut tidak membuat Dale berhenti mencoba berpuasa. Ia merasa dirinya sudah dibuat jatuh hati oleh tradisi kebersamaan dan keharmonisan yang dirasakan saat bulan suci Ramadan.
Lingkungan Suportif
Drew, seorang insinyur asal Amerika Serikat yang kini tinggal di Abu Dhabi juga punya kisahnya tersendiri terkait pengalaman mencoba berpuasa di bulan Ramadan.
Ia menceritakan dirinya memutuskan untuk berpuasa di bulan suci Ramadan tahun lalu, namun hanya bertahan dalam waktu singkat saja lantaran kerap kali sakit kepala.
"Saya mampu melalui minggu pertama. Namun di minggu kedua, kepala saya mulai pening dan saya merasa lemah," katanya.
Ia pun akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menjadikan berpuasa sekedar pengalaman saja. Keputusan ini bukanlah tanpa alasan. Suatu kali dirinya pingsan dan semenjak itu, ia mulai mengkonsumsi makanan teratur sesuai jadwal.
Meski tidak bisa sepenuhnya melakukan ibadah puasa seperti yang diinginkannya, Drew mengaku pengalaman berpuasa takkan pernah luput dari ingatannya dan teman-teman Muslimnya selalu mendukung Drew untuk selalu berusaha agar bisa berpuasa dan menahan segala bentuk hawa nafsu.
Wednesday, December 27, 2017
Kisah islami “JODOH”, itu Rahasia Alloh
“JODOH”,
“Mba
Puji dah diboyong ke Bontang..???” saya kaget mendengarnya,hanya
beberapa hari setelah pernikahanannya, teman saya ini sudang diboyong
suaminya …Sahabat saya ini, sebut aja Mba Puji adalah seorang wanita
yang baru saja melepas masa lajangnya, dia disunting oleh ikhwan yang
kerja di daerah Bontang. Pada acara pernikahannya saya tidak hadir
karena sepupu saya juga menikah di hari yang sama, 2 hari sebelum
pernikahannya saya sengaja datang ke rumahnya untuk bertemu dengan dia,
saya ingin berbagi cerita sebelum dia nikah..tapi sayang sekali pada
hari itu dia tidak ada di rumah.
Singkat cerita
setelah pernikahannya, beberapa kali saya sengaja lewat depan rumahnya,
berharap bisa berjumpa dengan dia…ternyata, saya dapatkan kabar kalau
dia sudah diboyong suaminya ke Bontang, tempat yang cukup jauh untuk
dijangkau..itulah yang membuat saya kaget, tidak menyangka secepat itu
dia meninggalkan saya. Saya dan dia sebenarnya belum cukup lama
bersahabat, tapi karena silaturahim kami dilandasi karena ALLAH dan
beberapa kali kami pernah curhat-curhatan akhirnya membuat kami bisa
lebih akrab.
Beberapa hari setelah saya dapat kabar
keberangkatannya, akhirnya saya sms ke dia..saya katakan bahwa saya
kangen, kepergiannya membuat saya kehilangan..tidak lama dia membalas
sms saya, menanyakan no mentari saya supaya dia bisa telepon, akhirnya
saya memberikan no IM3 karena no mentari saya sudah tidak aktif. Tidak
berapa lama dia telpon ke saya, awal percakapan kami diawali dengan
tertawa karena saya bilang ke dia, “ sengaja bikin orang kehilangan
yaa…” . Tidak berapa lama setelah dia menjelaskan tentang
keberangkatannya, dia juga menceritakan proses ta’aruf (perkenalan)
hingga keputusannya untuk menikah dan ikut suami ke Bontang.
Cerita proses ta’aruf sebenarnya sudah banyak saya dengar dari teman-teman yang lebih dulu menikah, ada teman saya yang diproses dengan ikhwan yang ternyata ikhwan tersebut sering dia temui di sebuah angkot dalam perjalanan berangkat atau pulang dari kantor, sesuatu hal yang mungkin tidak pernah dia sangka atau pikirkan. Ada juga cerita teman saya yang akhirnya melanjutkan proses ta’arufnya dengan ikhwan teman kerjanya, setelah masing-masing bekerja di kantor yang berbeda. Kalau mba Puji ini, dia menyebar undangannya sebelum dikhitbah/dilamar, karena suaminya dapat cuti 2 hari menjelang hari pernikahnnya, mba Puji hanya bertawaqal kepada ALLAH bahwa ikhwan tersebut akan datang tepat pada hari pernikahannya, itulah yang menjadi alasan dia menyebar undangan 1 minggu sebelum hari pernikahannya dan sebelum dilamar. Subhanallah, begitu yakinnya mba Puji akan jodohnya tersebut.
Memang kalau kita mendengar cerita
pertemuan seseorang dengan jodohnya kita baru menyadari bahwa jodoh itu
memang hal yang Ghaib, hanya ALLAH yang Maha Mengetahuinya, hak
prerogative ALLAH terhadap mahlukNYA. Manusia tidak pernah tahu kapan
dan dengan siapa dia berjodoh, ada yang di usia muda nya dengan mudah
menemukan tambatan hatinya namun ada juga di usia matangnya belum
bertemu dengan jodohnya. Tapi janji ALLAH pasti bahwa semua manusia
sudah ada jodohnya, hanya masalah waktu saja, kalau tidak di dunia atau
di akherat nanti.
Masyarakat kita dalam menanggapi masalah jodoh ini beraneka macam, seperti yang saya alami ( lebih baik menceritakan diri sendiri daripada orang lain hehehe… ) , banyak teman-teman saya yang bingung dengan status saya yang belum menikah, mereka kaget dan ada yang tidak percaya kalau sampai sekarang saya belum menikah. Ada yang berkomentar saya pilih-pilih, bahkan pernah ada yang menyarankan saya untuk datang ke orang pintar alias paranormal, teman saya bilang bisa saja ada yang pernah kecewa hingga menutup pintu jodoh untuk saya, Na’udzubillah..Kemudian saya katakan pada teman saya “ yang menentukan jodoh itu bukan paranormal, cepat atau lambatnya orang menikah juga bukan karena parasnya tapi memang ALLAH belum mempertemukan. Saya hanya berharap semoga dengan terlambatnya saya bertemu dengan jodoh saya karena ALLAH ingin memberikan yang terbaik untuk saya” demikian saya sampaikan, akhirnya teman saya hanya mengaminkan kata-kata saya tersebut.
Masalah jodoh yang tak kunjung datang
merupakan suatu hal yang membuat seseorang menjadi segan atau malas
untuk bertemu dengan keluarga besar, teman atau tetangga. Karena
pertanyaan “ kapan menikah “, selalu didengar pertama kali setiap
bertemu dengan mereka, sebuah pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh
orang yang bersangkutan, karena kita sendiri tidak tahu kapan ALLAH
mempertemukannya.
Penantian adalah sebuah pekerjaan yang
bisa mengasah kesabaran dan tawaqal seseorang, menanti jodoh juga
seperti itu. Mungkin beberapa saran dibawah ini bisa dilakukan selama
dalam penantian pertemuan dengan jodoh kita.
1. Husnudzon Kepada ALLAH
Selalu berprasangka baik kepada ALLAH, karena semua yang kita hadapi sudah menjadi ketentuanNYA dan yakinkan diri kita bahwa ketentuan ALLAH adalah yang terbaik untuk kita. Kita tidak pernah tahu hikmah dibalik semua ketentuanNYA sebelum kita mejalani nya. Oleh karena itu, ketika ketentuan yang kita terima tidak sesuai, janganlah kita langsung menyalahkan atau memvonis bahwa ALLAH tidak adil atau kita putus asa pada kasih sayangNYA. Terimalah apapun ketentuan yang diberikan ALLAH kepada kita dengan hati yang ikhlas, sabar dan tetap tawaqal. Selalu berpikir positiflah tentang ketentuanNYA, karena ALLAH memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan, semua terjadi sesuai dengan waktu yang dikehendakiNYA bukan sesuai dengan waktu yang kita inginkan.
2. Berdo’a dan Ikhtiar.
Jadikan Do’a sebagai penolong untuk segera bertemu dengan jodoh kita, selain itu ikhtiar juga harus dilakukan. Bila saat ini do’a kita belum dikabulkan, karena ALLAH menundanya untuk saat yang lebih tepat dan lebih indah nantinya, mungkin ALLAH masih senang mendengar isakan tangis kita dalam do’a-do’a yang kita panjatkan. Ikhtiar/usaha yang dapat dilakukan seorang muslimah adalah dengan meminta tolong kepada orang-orang yang amanah sebagai perantara untuk mencarikan pendamping yang kita harapkan, selain itu ikhtiar yang bisa dilakukan yaitu memperbaiki diri kita, bukankah ALLAH berjanji bahwa laki-laki baik untuk wanita baik-baik. Apabila diri kita sudah baik maka insyaALLAH ALLAH akan mempertemukan kita dengan laki-laki yang baik pula.
3. Menambah Ilmu dan Tsaqofah
Isilah hari-hari penantian kita dengan hal-hal yang positif dan salah satunya adalah menambah ilmu, baik ilmu agama atau yang lainnya. Ilmu tentang berumah tangga Islami juga bisa sebagai alternative karena dalam berumah tangga sebenarnya banyak ilmu-ilmu yang harus kita kuasai, misalkan manajeman keuangan,psikologi anak dan masih banyak lainnya. Alangkah lebih baik jika dalam mengarungi sebuah biduk rumah tangga kita sudah mempunyai bekal ilmunya. Selain itu kita juga bisa isi hari-hari kita dengan mengikuti kajian-kajian yang bisa menambah tsaqofah kita baik tentang agama Islam atau pengetahuan lainnya.
4. Berbagi Kasih Sayang
Belum menikahnya kita bukan menjadi penghalang bagi kita untuk mencurahkan kasih sayang, kita bisa mencurahkan kasih sayang kita kepada orang yang ada di sekeliling kita. Kita bisa mencurahkannya kepada orang tua kita,keponakan atau orang lain yang membutuhkan bantuan. Bahkan pernah saya membaca kisah seorang akhwat yang di usia matangnya dia belum menikah, akhirnya dia mengangkat beberapa anak untuk dia asuh dan dia tumpahkan kasih sayangnya kepada anak-anak tersebut.
5. Tetap Bersikap Ramah
Mengapa sikap ramah saya masukan sebagai hal yang harus tetap kita lakukan, karena ada salah satu akibat yang ditimbulkan dari penantian jodoh yang bisa membuat seseorang menjadi sensitive, mungkin hal ini hanya terjadi pada beberapa kasus tapi anehnya anggapan tersebut justru diakui dan menjadi kepercayaan masyarakat bahwa orang yang di usia matangnya belum menikah akan menjadi orang yang sangat sensitive atau cepat marah. Padahal kalau menurut saya dengan kondisi kita yang berubah menjadi sensitive justru akan membuat orang mengaminkan keadaan kita dengan lontaran kata “pantas aja belum menikah, siapa yang mau kalau orangnya cepat marah seperti itu”, sebuah lontaran yang cukup beralasan. Maka alangkah baiknya jika kita tetap bersikap ramah dan lembut dalam bertutur kata, karena dengan bersikap seperti itu hati kita akan menjadi lebih nyaman dan tenang, sikap sensitivepun tidak akan merubah keadaan.
6. Pertahankan Kriteria
Kriteria pendamping menjadi hal yang harus diperhatikan, selama kriteria yang kita patokkan itu sesuai dengan tuntunan agama. Jadikan kriteria kebaikan agama dan akhlak tetap sebagai prioritas.
Semoga ALLAH memantapkan hati kita
untuk selalu berhusnudzon kepadaNYA, selalu yakin akan ketentuanNYA
bahwa itulah yang terbaik untuk kita. Semua kita sudah ada jodohnya
masing-masing hanya masalah kapan dipertemukan.
Saya yakin tulisan ini sangat kurang dari ilmu, namun semua itu saya niatkan untuk berbagi kepada saudara muslimah sekalian yang masih dalam penantian perjumpaan dengan jodohnya. Dan saya yakin juga bahwa tulisan saya ini sangat sederhana bagi pembaca sekalian, tapi ijinkan saya untuk menuangkan apa yang menjadi buah pikiran dan pengalaman saya, saya hanya memohonkan kepada ALLAH semoga BELIAU Ridho dengan tulisan ini, karena itulah cita-cita tertinggi semua umatNYA yaitu mengharapkan RIDHO NYA. Maafkan bila tulisan ini jauh dari ilmu pembaca sekalian, jika ada kesalahan itu datangnya dari saya yang kurang ilmu dan kebenaran hanya milik ALLAH Subhanahu wata’alla.
Subscribe to:
Comments (Atom)





