Wednesday, December 27, 2017

Kisah islami “JODOH”, itu Rahasia Alloh

                       “JODOH”,



“Mba Puji dah diboyong ke Bontang..???”  saya kaget mendengarnya,hanya beberapa hari setelah pernikahanannya, teman saya ini sudang diboyong suaminya …Sahabat saya ini, sebut aja Mba Puji adalah seorang wanita yang baru saja melepas masa lajangnya, dia disunting oleh ikhwan yang kerja di daerah Bontang. Pada acara pernikahannya saya tidak hadir karena sepupu saya juga menikah di hari yang sama, 2 hari sebelum pernikahannya saya sengaja datang ke rumahnya untuk bertemu dengan dia, saya ingin berbagi cerita sebelum dia nikah..tapi sayang sekali pada hari itu dia tidak ada di rumah.

Singkat cerita setelah pernikahannya, beberapa kali saya sengaja lewat depan rumahnya, berharap bisa berjumpa dengan dia…ternyata, saya dapatkan kabar kalau dia sudah diboyong suaminya ke Bontang, tempat yang cukup jauh untuk dijangkau..itulah yang membuat saya kaget, tidak menyangka secepat itu dia meninggalkan saya. Saya dan dia sebenarnya belum cukup lama bersahabat, tapi karena silaturahim kami dilandasi karena ALLAH dan beberapa kali kami pernah curhat-curhatan akhirnya membuat kami bisa lebih akrab.

Beberapa hari setelah saya dapat kabar keberangkatannya, akhirnya saya sms ke dia..saya katakan bahwa saya kangen, kepergiannya membuat saya kehilangan..tidak lama dia membalas sms saya, menanyakan no mentari  saya supaya dia bisa telepon, akhirnya saya memberikan no IM3 karena no mentari saya sudah tidak aktif. Tidak berapa lama dia telpon ke saya, awal percakapan kami diawali dengan tertawa karena saya bilang ke dia, “ sengaja bikin orang kehilangan yaa…” . Tidak berapa lama setelah dia menjelaskan tentang keberangkatannya, dia juga menceritakan proses ta’aruf (perkenalan) hingga keputusannya untuk menikah dan ikut suami ke Bontang.

Cerita proses ta’aruf sebenarnya sudah banyak saya dengar dari teman-teman yang lebih dulu menikah, ada teman saya yang diproses dengan ikhwan yang ternyata ikhwan tersebut sering dia temui di sebuah angkot dalam perjalanan berangkat atau pulang dari kantor, sesuatu hal yang mungkin tidak pernah dia sangka atau pikirkan. Ada juga cerita teman saya yang akhirnya melanjutkan proses ta’arufnya dengan ikhwan teman kerjanya, setelah masing-masing bekerja di kantor yang berbeda. Kalau mba Puji ini, dia menyebar undangannya sebelum dikhitbah/dilamar, karena suaminya dapat cuti 2 hari menjelang hari pernikahnnya, mba Puji hanya  bertawaqal kepada ALLAH bahwa ikhwan tersebut akan datang tepat pada hari pernikahannya, itulah yang menjadi alasan dia menyebar undangan 1 minggu sebelum hari pernikahannya dan sebelum dilamar. Subhanallah, begitu yakinnya mba Puji akan jodohnya tersebut.

Memang kalau kita mendengar cerita pertemuan seseorang dengan jodohnya kita baru menyadari bahwa jodoh itu memang hal yang Ghaib, hanya ALLAH yang Maha Mengetahuinya, hak prerogative ALLAH terhadap mahlukNYA. Manusia tidak pernah tahu kapan dan dengan siapa dia berjodoh, ada yang  di usia muda nya dengan mudah menemukan tambatan hatinya namun ada juga di usia matangnya belum bertemu dengan jodohnya. Tapi  janji ALLAH pasti bahwa semua manusia sudah ada  jodohnya, hanya masalah waktu saja, kalau tidak di dunia atau di akherat nanti.

Masyarakat kita dalam menanggapi masalah jodoh ini beraneka macam, seperti yang saya alami ( lebih baik menceritakan diri sendiri daripada orang lain hehehe… ) , banyak teman-teman saya yang bingung dengan status saya yang belum menikah, mereka kaget dan ada yang tidak percaya kalau sampai sekarang saya belum menikah. Ada yang berkomentar saya pilih-pilih, bahkan pernah ada yang menyarankan saya untuk datang ke orang pintar alias paranormal, teman saya bilang bisa saja ada yang pernah kecewa hingga menutup pintu jodoh untuk saya, Na’udzubillah..Kemudian saya katakan pada teman saya “ yang menentukan jodoh itu bukan paranormal, cepat atau lambatnya orang menikah juga bukan karena parasnya tapi memang ALLAH belum mempertemukan. Saya hanya berharap semoga dengan terlambatnya saya bertemu dengan jodoh saya karena ALLAH ingin memberikan yang terbaik untuk saya” demikian  saya sampaikan, akhirnya teman saya hanya mengaminkan kata-kata saya tersebut.

Masalah jodoh yang tak kunjung datang merupakan suatu hal yang membuat seseorang menjadi segan atau malas untuk bertemu dengan keluarga besar, teman atau tetangga. Karena pertanyaan “ kapan menikah “, selalu didengar pertama kali setiap bertemu dengan mereka, sebuah pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh orang yang bersangkutan, karena kita sendiri tidak tahu kapan ALLAH mempertemukannya.
Penantian adalah sebuah pekerjaan yang bisa mengasah kesabaran dan tawaqal seseorang, menanti jodoh juga seperti itu. Mungkin beberapa saran dibawah ini bisa dilakukan selama dalam penantian pertemuan dengan jodoh kita.

1. Husnudzon Kepada ALLAH

Selalu berprasangka baik kepada ALLAH, karena semua yang kita hadapi sudah menjadi ketentuanNYA dan yakinkan diri kita bahwa ketentuan ALLAH adalah yang terbaik untuk kita. Kita tidak pernah tahu hikmah dibalik semua ketentuanNYA sebelum kita mejalani nya. Oleh karena itu, ketika ketentuan yang kita terima tidak sesuai, janganlah kita langsung menyalahkan atau memvonis bahwa ALLAH tidak adil atau kita putus asa pada kasih sayangNYA. Terimalah apapun ketentuan yang diberikan ALLAH kepada kita dengan hati yang ikhlas, sabar dan tetap tawaqal. Selalu berpikir positiflah tentang ketentuanNYA, karena ALLAH memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan, semua terjadi sesuai dengan waktu yang dikehendakiNYA bukan sesuai dengan waktu yang kita inginkan.

2. Berdo’a dan  Ikhtiar.

Jadikan Do’a sebagai penolong untuk segera bertemu dengan jodoh kita, selain itu ikhtiar juga harus dilakukan. Bila saat ini do’a kita belum dikabulkan, karena ALLAH menundanya untuk saat yang lebih tepat  dan lebih indah nantinya, mungkin ALLAH masih senang mendengar isakan tangis kita dalam  do’a-do’a yang kita panjatkan. Ikhtiar/usaha yang dapat dilakukan seorang muslimah adalah dengan meminta tolong kepada orang-orang yang amanah sebagai perantara untuk mencarikan pendamping yang kita harapkan, selain itu ikhtiar yang bisa dilakukan yaitu memperbaiki diri kita, bukankah ALLAH berjanji bahwa laki-laki baik untuk wanita baik-baik. Apabila diri kita sudah baik maka insyaALLAH  ALLAH akan mempertemukan kita dengan laki-laki yang baik pula.

3. Menambah Ilmu dan Tsaqofah

Isilah hari-hari penantian kita dengan hal-hal yang positif dan salah satunya adalah menambah ilmu, baik ilmu agama atau yang lainnya. Ilmu tentang berumah tangga Islami juga bisa sebagai  alternative karena dalam berumah tangga sebenarnya banyak ilmu-ilmu yang harus kita kuasai, misalkan manajeman keuangan,psikologi anak  dan masih banyak lainnya. Alangkah lebih baik  jika dalam mengarungi sebuah biduk rumah tangga kita sudah mempunyai bekal ilmunya. Selain itu kita juga bisa isi hari-hari kita dengan mengikuti kajian-kajian yang bisa menambah tsaqofah kita baik tentang agama Islam atau pengetahuan lainnya.

4. Berbagi Kasih Sayang

Belum menikahnya kita bukan menjadi penghalang bagi kita untuk mencurahkan kasih sayang, kita bisa mencurahkan kasih sayang kita kepada orang yang ada di sekeliling kita. Kita bisa mencurahkannya kepada orang tua kita,keponakan atau orang lain yang membutuhkan bantuan. Bahkan pernah saya membaca kisah seorang akhwat yang di usia matangnya dia belum menikah, akhirnya dia mengangkat beberapa anak untuk dia asuh dan dia tumpahkan kasih sayangnya kepada anak-anak tersebut.

5. Tetap Bersikap Ramah

Mengapa sikap ramah saya masukan sebagai hal yang harus tetap kita lakukan, karena ada salah satu akibat yang ditimbulkan dari penantian jodoh yang bisa membuat seseorang menjadi sensitive, mungkin hal ini hanya terjadi pada beberapa kasus tapi anehnya anggapan tersebut justru diakui dan menjadi kepercayaan masyarakat bahwa orang yang di usia matangnya belum menikah akan menjadi orang yang sangat sensitive atau cepat marah. Padahal kalau menurut saya dengan kondisi kita yang berubah menjadi sensitive justru akan membuat orang mengaminkan keadaan kita dengan lontaran kata “pantas aja belum menikah, siapa yang mau kalau orangnya cepat marah seperti itu”, sebuah lontaran yang cukup beralasan. Maka alangkah baiknya jika kita tetap bersikap ramah dan lembut dalam bertutur kata, karena dengan bersikap seperti itu hati kita akan menjadi lebih nyaman dan tenang, sikap sensitivepun tidak akan merubah keadaan.

6. Pertahankan Kriteria

Kriteria pendamping menjadi hal yang harus diperhatikan, selama kriteria yang kita patokkan itu sesuai dengan tuntunan agama. Jadikan kriteria kebaikan agama dan akhlak tetap sebagai prioritas.
Semoga ALLAH memantapkan hati kita untuk selalu berhusnudzon kepadaNYA, selalu yakin akan ketentuanNYA bahwa itulah yang terbaik untuk kita. Semua kita sudah ada jodohnya masing-masing hanya masalah kapan dipertemukan.

Saya yakin tulisan ini sangat kurang dari ilmu, namun semua itu saya niatkan untuk berbagi kepada saudara muslimah sekalian yang masih dalam penantian perjumpaan dengan jodohnya. Dan saya yakin juga bahwa tulisan saya ini sangat sederhana bagi pembaca sekalian, tapi ijinkan saya untuk menuangkan apa yang menjadi buah pikiran dan pengalaman saya, saya hanya memohonkan kepada ALLAH semoga BELIAU Ridho dengan tulisan ini, karena itulah cita-cita tertinggi semua umatNYA yaitu mengharapkan RIDHO NYA. Maafkan bila tulisan ini jauh dari ilmu pembaca sekalian, jika ada kesalahan itu datangnya dari saya yang kurang ilmu dan kebenaran hanya milik ALLAH Subhanahu wata’alla.